Artikel, Trick & Tips, Tutorial, Download: Peliharaan
Tampilkan postingan dengan label Peliharaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peliharaan. Tampilkan semua postingan

8 Cara Mudah Memandikan Kucing Kampung

Selain kucing ras Persia dan Anggora, wilayah Indonesia juga didominasi ras lokal yang biasanya disebut kucing kampung. Banyak orang memelihara jenis ini karena mudah diperoleh, selain itu tingkah lucunya tak kalah dari kucing ras luar. Meski perawatan kucing ini tergolong mudah dan daya tahan tubuhnya kuat, si manis juga perlu dimandikan.

Cara memandikan kucing kampung tak jauh berbeda dari ras lainnya. Si manis perlu dimandikan agar tampak lebih bersih, jadi kesehatan lebih terjaga dan itu memberi efek positif bagi si pemelihara. 

Memandikan kucing kampung bisa dilakukan sendirian di rumah, caranya tak terlalu sulit bahkan tanpa perlu bantuan orang berpengalaman dan cukup menggunakan peralatan serta perlengkapan seadanya. 

Cara pertama memandikan kucing kampung yaitu membuat si manis merasa rileks. Mengapa demikian? Bila belum pernah dimandikan, kucing akan berontak. Ia memang tergolong hewan yang takut air, tetapi bukan berarti tak suka dimandikan. Jika ini adalah pengalaman pertama, minta bantuan teman atau saudara sebab butuh dua orang untuk memandikan si manis. 

Agar kucing tak lari ketika akan dimandikan, suruh orang pertama memegang dan menenangkan si manis. Sementara orang kedua bertanggung jawab menyiramkan air ke tubuh kucing. Apa saja yang perlu dipersiapkan?
1. Bak mandi.
2. Air hangat atau air dingin.
3. Shampo cair khusus kucing, terutama untuk mengatasi bakteri, jamur dan kutu.
4. Sikat lembut
5. Handuk kering lembut.
Mandikan kucing di ruang terbuka seperti halaman depan atau belakang. Boleh saja memandikan kucing di kamar mandi, namun terkadang si manis suka rewel. Sebelum memandikan si manis, periksa dulu seluruh bagian tubuh, apakah ada luka ataupun infeksi jamur di bagian tubuh tertentu.

Cara benar dalam memandikan kucing kampung adalah memilih waktu yang tepat, entah pagi atau siang hari, pastikan sinar matahari bersinar terang agar si manis tidak merasa kedinginan. Jangan terlalu lama memandikan kucing sehingga tubuhnya tak menggigil. Berikut langkah-langkah yang bisa diterapkan.
1. Siapkan bak mandi, isikan dengan air hangat.
2. Bawa kucing ke tempat pemandian, jangan langsung menaruhnya ke dalam bak. Buatlah ia merasa tidak terancam, berikan belaian hingga ia merasa nyaman.
3. Orang pertama memegang erat si manis, usahakan jangan sampai terlepas. 
4. Orang kedua membilas tubuh si kucing, lakukan dengan perlahan. Bersihkan beberapa bagian tubuh dengan hati-hati, terutama area wajah.
5. Ambil shampo, usap dan gosok ke tubuh kucing. Lakukan dengan hati-hati. Biarkan shampo meresap selama 5 menit, berikan pijatan ringan dengan menggunakan sikat atau jemari tangan biar si manis merasa rileks.
6. Bilas tubuh kucing dengan air hangat bersih, pastikan tak ada sisa sabun yang masih menempel.
7. Keringkan tubuh si manis dengan handuk bersih. Pastikan hingga bulunya benar-benar kering.
8. Setelah itu, bawa kucing berjemur di bawah sinar matahari atau keringkan bulunya dengan hairdryer sambil disisir.
Itulah delapan cara memandikan kucing kampung. Gampang, kan?

TIPS PERAWATAN BURUNG MUDA/BAKALAN



Membeli burung bakalan / muda hutan (MH) memang menjadi salah satu pilihan favorit bagi kicaumania di Indonesia. Selain harganya lebih murah daripada burung yang sudah jadi, ada kepuasan tersendiri jika kita bisa memoles burung yang semula hanya ngeriwik menjadi burung yang gacor dan penuh isian, tidak peduli apakah burung mau diplot jadi burung lomba atau sebagai penghibur di rumah. Namun, harus diakui, tidak mudah untuk merawat burung bakalan. Tetapi beberapa tips perawatan burung bakalan ini bisa membantu Anda yang mengalami kesulitan.
Hampir semua pasar burung menjual burung bakalan, baik yang hanya memiliki lapak pinggir jalan maupun yang menempati kios / roko di kompleks pasar. Harganya pun bervariasi, tergantung dari jenis burung dan berapa lama pedagang merawat burung tersebut (terkait biaya pakan yang dikeluarkan).
Salah satu hal yang penting diketahui dalam membeli burung bakalan adalah bagaimana burung tersebut ditangkap. Untuk burung-burung kecil seperti ciblek, pleci, gelatik, dan sejenisnya, biasanya didapatkan dengan cara dijaring atau menggunakan getah pulut.
Adapun untuk burung yang ukurannya sedikit lebih besar dari kelompok di atas, misalnya kacer, murai batu, anis merah dan anis kembang, umumnya menggunakan kandang jebakan, jaring, getah, dan kail pancing. Bagaimana membedakan burung hasil pancingan dan hasil tangkapan menggunakan jaring, silakan baca kembali artikelnya di sini.
Fenomena burung bakalan memang menarik untuk dibicarakan. Jika kita kurang memahami perawatannya, maka uang yang dikeluarkan untuk membeli burung tersebut bakal sia-sia, karena burung dalam beberapa hari kemudian mati.
Kunci keberhasilan merawat burung bakalan biasanya harus melalui tiga tahap, yaitu jinak, mau makan voer, dan rajin bunyi. Tiga hal itulah yang menjadi alasan mengapa burung bakalan banyak digemari kicaumania, selain faktor harga yang relatif terjangkau.
Apa yang mesti dilakukan setelah membeli burung bakalan?
Sebelum membeli burung bakalan, pastikan Anda sudah menyiapkan sangkar dan perlengkapannya. Bersihkan sangkar dari debu maupun bekas kotoran (feces) burung. Semprotkan larutan desinfektan (obat suci hama) ke seluruh bagian sangkar, termasuk jeruji dan bagian dasar.
Desinfektan bisa dibeli di apotik maupun poultry shop. Bisa juga menggunakan FreshAves, di mana setiap 5 gram serbuk FreshAves dilarutkan dalam 1 liter air, kemudian larutan tersebut disempotkan ke seluruh bagian sangkar. Sangkar memang harus diproteksi sejak dini, karena menjadi satu-satunya “rumah” bagi burung selama berada dalam pemeliharaan manusia.
Selanjutnya, sangkar dikerodong setengahnya saja. Wadah pakan dan wadah air minum yang sebelumnya sudah dibersihkan bisa dimasukkan ke dalam sangkar. Pengisian wadah pakan / air minum bisa dilakukan setelah Anda pergi ke pasar burung, dan pulang membawa burung bakalan.
Kini saatnya Anda pergi ke pasar burung. Setelah terjadi transaksi dengan pedagang di sana, masukkan burung bakalan ke dalam kantong semen atau besek. Boleh juga memasukkan burung ke dalam sangkar, dan selama dalam pengangkutan harus full kerodong.
Setiba di rumah, burung jangan langsung dipindahkan ke dalam sangkar yang sudah disiapkan. Bukankah Anda belum mengisi wadah pakan dengan kroto, belum menggantung buah-buahan, dan belum mengisi air dalam wadah air minum? Silakan kerjakan ketiga hal tersebut.
Kita tidak tahu persis berapa hari burung bakalan yang barusan dibeli berada di tangan pedagang. Mungkin sudah seminggu, mungkin baru kemarin, atau mungkin baru beberapa jam sebelum Anda membelinya. Jadi kita mengasumsikan burung masih rawan stres.
Karena itu, penting sekali untuk menangkal potensi stres (termasuk stres selama perjalanan dari pasar burung ke rumah) dengan mencampurkan BirdFirstAid ke dalam air minumnya. Silakan pencet link tersebut untuk mengetahui cara pemakaiannya.
Jika semua persiapan sangkar dan perlengkapannya sudah beres, burung bakalan sudah bisa dimasukkan ke dalam sangkar. Anda bisa menerapkan sistem setengah kerodong, tetapi lebih dianjurkan jika seminggu pertama menggunakan sistem full kerodong.
Gantung sangkar di tempat yang tenang terlebih dulu, untuk membiarkan burung beradaptasi dengan situasi di dalam sangkar dan lingkungan yang baru.
Melatih burung bakalan makan voer
Salah satu konsekuensi yang harus dijalani saat membeli burung bakalan adalah harus selalu menyediakan kroto (untuk burung pemakan serangga) atau buah-buahan untuk burung pemakan buah.
Burung pemakan serangga mungkin memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi daripada burung pemakan buah, terutama di masa awal pemeliharaan burung bakalan. Sebab, dalam situasi dan kondisi tertentu, tidak ada jaminan bahwa toko / kios burung selalu memiliki stok serangga seperti jangkrik dan kroto. Berbeda dengan buah, yang selalu bisa diperoleh di semua pasar tradisional maupun pasar modern.
Apabila ada jaminan pasokan serangga dan kroto, sebenarnya burung berkicau tak perlu diberi voer. Kalau sebagian besar burung berkicau dalam pemeliharaan manusia umumnya dilatih makan voer, konteksnya tak lain untuk mengantisipasi kemungkinan stok serangga dan kroto habis di pasaran, sementara burung harus diberi pakan untuk mempertahankan hidupnya.
Lalu bagaimana cara melatih burung bakalan agar mau makan voer sehingga memiliki peluang hidup lebih lama dan mudah dalam perawatan selanjutnya? Berikut beberapa tips mengenai bagaimana melatih burung bakalan supaya mau makan voer.
PAKAN POPULAR UNTUK BURUNG BAKALAN:
KROTO, JANGKRIK, DAN ULAT HONGKONG
Burung bakalan dari jenis pemakan serangga yang popular dibeli kicaumania antara lain murai batu, kacer, ciblek, dan prenjak. Di sini ada beragam cara melatih burung mau makan voer, yaitu :
Mencampurkan kroto dan voer
Voer yang digunakan adalah voer lembut atau halus yang ditaburi kroto secukupnya, lalu dibasahi dengan sedikit air, dan diaduk hingga merata. Pada bagian atasnya ditaburi lagi dengan sedikit kroto, kemudian diberikan kepada burung bakalan selama beberapa hari.
Mencampurkan serangga dan voer
Mungkin, Anda kesulitan mendapatkan kroto, sehingga bingung memikirkan pakan yang harus diberikan untuk melatih burung bakalan agar mau makan voer. Sebenarnya bisa juga menggunakan ulat hongkong dan jangkrik.
Caranya, ulat hongkong (UH) dipotong kecil-kecil. Jangkrik dibuang kepala, sayap, dan kakinya, sehingga tinggal bagian perutnya saja yang digunakan. Campurkan potongan UH, jangkrik, dan voer lembut, lantas diaduk hingga merata. Basahi dengan sedikit air, agar butiran voer bisa menempel ke bagian serangga dan UH yang akan dimakan burung.
Mencampurkan kroto, serangga, buah, dan voer
Cara lain adalah dengan menggiling atau memblender serangga dan kroto bersama voer kasar. Yang dimaksud dengan voer kasar adalah voer yang biasa dikonsumsi ayam. Masukkan voer secukupnya ke dalam blender. Masukkan pula potongan ulat hongkong, potongan perut jangkrik, dan potongan kecil buah pisang (sedikit saja).
Setelah semua bahan terkumpul, nyalakan blender lalu giling hingga menjadi butiran halus. Setelah itu bisa diberikan pada burung. Untuk mengelabuhi burung bakalan, taburi bagian atasnya dengan sedikit kroto.
Mencampurkan kroto dan tepung jangkrik
Saat ini tepung jangrik banyak dijumpai di pasaran. Tepung ini juga bisa digunakan untuk melatih burung bakalan agar mau makan voer. Caranya, campurkan tepung jangkrik dengan voer lembut, kemudian bagian atasnya ditaburi dengan potongan perut jangkrik dan potongan kecil ulat hongkong.
Untuk burung pemakan buah-buahan
Burung bakalan dari jenis pemakan buah-buahan yang popular antara lain cucak hijau, anis merah, anis kembang, ciung batu, dan sebagainya. Berikut ini cara membuat burung bakalan terbiasa dengan makanan buatan seperti voer.
Buah yang digunakan adalah pisang, karena merupakan makanan favorit hampir semua burung pemakan buah. Caranya, pisang dipotong-potong, kemudian dimasukkan ke dalam wadah yang berisi voer lembut. Aduk dengan sendok makan hingga merata. Bagian atasnya ditaburi lagi dengan beberapa potongan kecil buah pisang. Kini pakan siap diberikan kepada burung bakalan.
Bisa juga dengan memblender voer ayam yang dicampur dengan buah-buahan seperti pisang, pepaya, dan buah lainnya.
Untuk melatih burung bakalan agar mau makan voer diperlukan kreativitas dan gerak cepat. Jika mengalami kegagalan pada salah satu cara, Anda harus segera berganti ke metode lain. Meski jenis burungnya sama, belum tentu semuanya menyukai metode tertentu saja, karena karakter burung pun tidak selalu sama.
Adapun untuk mengetahui apakah burung sudah mau makan voer bisa dilakukan dengan mengamati bentuk kotoran (feces) burung. Jika kotorannya sudah berbentuk, maka burung bisa diberi voer untuk hariannya.
Menjinakkan burung bakalan
Kalau sudah mau makan voer, tugas selanjutnya adalah bagaimana membuat burung bakalan cepat jinak. Berikut ini beberapa cara melatih burung agar cepat jinak :
Menggantung burung di tempat ramai atau banyak aktivitas bisa membuat burung terbiasa dengan situasi dan kondisi tersebut. Lama-lama burung tidak mudah ketakutan kalau ada yang lewat di depan atau di bawah sangkarnya. Proses ini tidak membuat burung menjadi sangat jinak, tetapi lebih tepat dikatakan sebagai “jinak lalat”. Ia tidak takut melihat kehadiran manusia, tetapi ketika didekati, burung masih terlihat ketakutan sehingga meloncat ke sana-kemari.
Memandikan burung bakalan yang masih giras hingga basah kuyup kerap dilakukan penggemar burung perkutut, derkuku, paruh bengkok, beo, jalak, dan beberapa jenis burung lainnya. Teknik memandikannya adalah burung dipegang, kemudian diusap-usap dengan air bersih hingga basah. Setelah dimandikan, burung diangin-anginkan sambil diberi pakan. Kali ini pakan tidak diberikan dalam cepuk, tetapi langsung dari tangan Anda. Caranya, sodorkan tangan Anda yang memegang jangkrik atau UH di depan burung.
Memberi jangkrik dengan lidi
Salah satu cara efektif untuk mempercepat proses penjinakan burung bakalan, sekaligus mempererat hubungan batin antara manusia dan burung, adalah memberikan pakan kesukaan seperti jangkrik atau UH dengan menggunakan lidi panjang. Setiap hari, ukuran panjang lidi dipotong sekitar 2-3 cm sampai beberapa hari kemudian sudah tidak diperlukan lidi lagi. Artinya, burung langsung diberi pakan melalui tangan kita sendiri.
Metode ini diyakini bisa membuat burung menaruh kepecayaan kepada kita, bahwa kita bukanlah musuhnya, melainkan sahabat yang setiap hari memberinya pakan kesukaannya. Dengan demikian, burung pun lama-lama menjadi jinak terhadap kita selaku pemilik atau perawatnya.
Memberi kerodong setengah
Untuk burung dewasa, proses penjinakan jauh lebih sulit. Setiap melihat orang lewat di depannya, burung sering menabrak jeruji sangkar. Tetapi kita masih bisa berbuat sesuatu agar burung cepat jinak. Caranya, sangkar bagian belakang, serta samping kiri dan kanan ditutup dengan kertas koran, atau kerodong. Hal ini dilakukan selama beberapa hari, sampai burung tidak mudah panik lagi dan tidak lagi menabrak jeruji sangkar.
Menggantung burung dalam jarak rendah juga bisa mempercepat proses adaptasi burung menjadi jinak. Dalam hal ini, sangkar burung bisa digantung di luar maupun didalam rumah. Menggantung burung di atas televisi atau di ruang keluarga juga lebih mempercepat burung giras menjadi jinak.
Perawatan burung bakalan agar rajin bunyi
Jika burung bakalan sudah mau makan voer, dan relatif sudah jinak, kini saatnya melatih burung agar rajin bersuara. Namun perlu diingat, selain faktor perawatan, ada faktor lain yang menentukan cepat dan lambat burung berkicau.
Faktor lain yang dimaksud antara lain umur burung, kondisi fisik dan kesehatannya, pakan serasi-seimbang, pemberian extra fooding secara teratur, pemberian multivitamin dan multimineral, serta kebersihan kandang dan lingkungan.
Lalu bagaimana mengatur semuanya agar burung bisa dalam kondisi tersebut? Salah satu caranya melalui perawatan secara teratur dan konsisten, termasuk program pemasteran.Dalam kondisi normal, burung yang sehat, selalu mendapat asupan pakan yang bergizi, dan perawatan harian yang intensif menjadi lebih cepat bunyi.
Jika ternyata burung masih saja ngeriwik, padahal sudah beranjak dewasa, berarti ada masalah dengannya. Untuk penanganan burung bermasalah seperti itu, Anda bisa melakukan terapi menggunakan produk yang mengandung hormon testosteron maupun stimulan untuk pembentukan testosteron secara alami.

Cara Beternak Hamster

 Cara beternak hamster secara cepat
Umur hamster rata-rata sampai 2,5 tahun. Sementara jenis Roborovski bisa mencapai 3 tahun. Namun,. Meski usianya terbilang pendek, tingkat reproduksinya tinggi, setelah berusia di atas tiga bulan setelah lahir, hamster betina sudah bisa beranak bila disatukan dengan yang jantan. Jumlah hamster akan bertambah dalam setiap bulannya bila hamster jantan dan betina digabung setelah melahirkan. Namun demikian, hal ini tidak berlaku untuk hamster jenis Syriuan. Hamster ini sangat individual. Setelah tahu hamster betinanya hamil dan terlihat sangat gelisah. Anda harus segera memisahkan si jantan ke kandang lain jika tidak ingin anak hamster yang baru lahir dimakan sang ayah.


Merawat bayi hamster
Setelah mererapkan cara beternak hamster dengan baik, maka kita juga harus memperhatikan cara merawat bayi hamster agar bisa bertahan hidup sebenarnya merupakan hal yang mudah untuk dilakukan. Berikut ini tips merawat bayi hamster.
  1. Jangan memisahkan induk hamster dengan bayi-bayinya karena mereka membutuhkan susu dari induknya sekitar 2 – 3 minggu
  2. Jangan terlalu sering melihat induk hamster yang baru melahirkan. Sebab, hamster akan merasa terganggu sehingga bisa berakibat pada penyusuan bayi hamster yang menjadi tidak kontinu.
  3. Jangan sekali-kali memegang bayi hamster karena bayi yang sudah dipegang manusia bisa dimakan oleh induknya. Perlu diketahui cara hamster melindungi anaknya adalah dengan memakan anaknya sendiri.
  4. Jika anda mau memindahkan bayi-bayi tersebut gunakan sendok untuk mengangkatnya.
  5. Berilah serbuk kertas atau kain supaya bayi-bayi hamster tidak kedinginan.
  6. Jangan pernah membersihkan kandangnya dulu, biarin saja tetap kotor. Jika ingin memberi makan, langsung letakkan, jangan dilihat-lihat dulu. Lakukan hal ini hingga 2 minggu.



Berikan ragi agar anak hamster tetap sehat
Untuk menjaga kesehatan hamster. Anda bisa memberikannya vitamin khusus hamster dan sejumput ragi satu kali seminggu. Hal ini bertujuan agar hamster anda bisa terhindar dari serangan berbagai penyakit. Hati-hati jika anda atau lingkungan di sekitar hamster ada yang terkena flu. Sebab, hamster rawan tertular flu dari manusia. Flu menyerang hamster dapat menyebabkan bulunya rontok.


Mencegah obesitas pada hamster
Hamster mudah sekali mengalami kegemukan jika terus menerus diberi makan dan kurang gerak. Hamster yang kegemukan akan cepat mati. Untuk mencegah obesitas pada hamster Anda, jangan memberikannya makanan yang terlalu banyak. Hindari terlalu sering memberikan makanan berlemak, seperti kuaci atau biji bunga matahari. Sementara untuk membakar kalori di dalam tubuhnya maka hamster harus berolahraga. Anda bisa memberikan mainan, seperti kinciran atau roda putar di dalam kandangnya agar hamster bisa berolahraga,

Cara Menjinakkan Burung (update)


Burung jinak adalah salah satu syarat burung bisa menjadi gacor. Burung jinak  dalam hal ini bukan berarti burung menurut saja ketika dipegang, atau mendekat kalau didekati orang. Burung jinak secara umum adalah burung yang bebas dari tekanan di sekitarnya, burung yang tidak takut lagi kepada makhluk hidup di sekitarnya terutama terhadap manusia.

Burung kenari yang lahir dan besar di lingkungan manusia misalnya, adalah burung yang jinak dalam pengertian ini. Banyak burung kenari yang sulit ditangkap tangan, baik ketika di dalam sangkar, apalagi kalau terlepas keluar sangkar. Namun demikian, dia tidak takut dan tertekan berada di lingkungan manusia karena dia sudah terbiasa bahkan sejak lahir. Dalam konteks ini, pada burung kenari tersebut sudah berlangsung domestikisasi.

Bagaimana dengan burung tangkapan hutan? Burung hasil tangkapan hutan biasanya liar dan sangat gesit. Jika Anda punya burung masih liar, tentu tidak akan pernah gacor ketika ada orang di sekitarnya. Itulah sebabnya mengapa burung-burung bakalan hanya berbunyi ngeplong kalau tidak ada/ tidak  melihat orang.

Proses penjinakan

Untuk menjinakkan burung sudah banyak tips diberikan oleh kawan-kawan kita. Dalam proses wajar, burung bisa jinak dalam waktu relatif lama. Kalau mau agak cepet, kuncinyanya pada diri kita sendiri: sempat apa nggak. Kalau Anda sempat, lakukan hal-hal berikut ini.

1. Dari sisi tempat

Kalau Anda punya burung terlalu liar, gantung saja agak tinggi di tempat ramai, ya di tempat ramai, atau yang biasa dilalulalangi anggota keluarga. Jangan justru digantung di tempat tersembunyi karena Anda takut burung kelabakan. Biasakan itu selama sekitar sepekan. Setelah itu, posisi agak diturunkan. Lakukan selama sepekan, turunkan lagi, sepekan mendatang turunkan lagi sampai posisi normal. Kalau rumah Anda dekat jalan raya/kampung, biasakan gantung burung di halaman rumah dekat jalan itu (tapi awas maling). Kalau burung Anda memang liar banget dan Anda melakukan saran saya ini, saya jamin burung Anda bakal berdarah-darah di sekitar paruhnya, juga bulunya rusak. Tapi no problem. Itu proses normal yang harus kita lalui. Luka bakal kering, bulu bakal tumbuh lagi.

2. Dari sisi memandikan

Biasakan memandikan burung dengan cara dikaramba dengan waktu agak lama. Kalau dia nggak mau mandi sendiri, semprot pakai semprotan sampai basah kuyup. Nggak masalah dia kelabakan kesana-kemari saat disemprot. Benar-benar basah kuyup sampai menggigil kedinginan dan nggak kelabakan lagi. Biarkan dulu dia di karamba, sampai bulu agak kering. Tapi kalau Anda tergesa-gesa mau pergi, masukkan langsung ke sangkar juga nggak apa-apa, dan gantung di tempatnya. Kalau sempat, lakukan “pemandian” itu pagi dan sore hari.

Fungsi memandikan sampai basah kuyup:

a. Untuk mempercepat burung lapar. Dengan mengombinasikan dengan cara nomer 3 di bawah maka burung akan semakin merasa tergantung pada kita. Pada saat yang sama, kita bisa cepat membuat burung lapar tetapi tidak kekurangan nutrisi (beda kan kalau kita memang sengaja tidak memberi pakan burung secara rutin atau cukup, yang dalam hal ini burung benar2 kekurangan semua nutrisi. Kalau dengan memandikan, maka rasa lapar hanya disebabkan dia terlalu banyak membakar karbohidrat untuk memanaskan tubuh).

b. Pada saat burung basah kuyup, ada pembelajaran pada burung bahwa meskipun dia hanya bisa diam, kenyataannya kita (manusia) yang berlalu lalang di dekatnya, bukan merupakan ancaman.
Proses penjinakan adalah proses pembelajaran domestikisasi.

Kalau kita takut burung lecet-lecet saat itu dan tidak memaksakan proses pembelajaran, maka burung akan terlalu lama giras dan bisa-bisa giras sepanjang masa. Kalau ini yang terjadi, ketika burung selalu gerabakan saat dibawa-bawa, maka yang stress bukan hanya burungnya, tetapi juga kita yang punya burung yang selalu gerabakan.

3. Dari sisi makanan (bisa dilakukan pada hari libur/menyempatkan diri libur)

Kosongkan tempat pakan menjelang malam. Biarkan pada pagi hari dia kelaparan. Dalam kondisi itu, sorongkan jangkrik dengan lidi di tangan kita. Kalau dia nggak mau mematuk jangkrik, tarik lagi. Lima atau sepuluh menit lagi kita lakukan hal sama. Kalau masih nggak mau, tunda lagi. Begitu seterusnya, sampai sekitar pukul 10.00. Kalau sampai jam itu belum mau juga, tinggalkan jangkrik di tempat pakan biar dimakan. Setelah dia makan satu jangkrik, sorongkan pakai lidi satu jangkrik lagi. Kita goda dia beberapa saat mau mendekat atau tidak. Begitu jangkrik disambar, kita coba lagi, sampai burung agak kenyang. Setelah itu tempat pakan kita isi dengan kroto (untuk murai dan kacer) satu sendok teh saja. Siang hari, kita coba-coba lagi memberi jangkrik dengan lidi, dan begitu pula sore hari. Setelah terbiasa dengan lidi, coba langsung diangsurkan dengan tangan. Proses ini kuncinya adalah membuat burung kelaparan dan merasa tergantung pada manusia dan “terpaksa” harus berani kepada manusia. Karena kuncinya membuat burung lapar, senantiasa kosongkan wadah pakan dan hanya beri secukupnya ketika sudah dilatih makan jangkrik yang kita tusuk lidi/langsung dari tangan kita.

Kalau sekadar untuk tetap bernafas sehat, empat-lima jangkrik sudah cukup kita berikan pada pagi hari, dua-tiga jangkrik pada siang hari, dan empat – lima jangkrik pada sore hari, dan semuanya tanpa ada makanan tambahan di wadah pakan.

—Itulah sejumlah cara menjinakkan burung yang bisa kita pilih. Kalau ketiga cara itu bisa kita laksanakan/kombinasikan berbarengan, maka dalam waktu nggak sampai sebulan burung liar sudah jadi relatif jinak.


Menjinakkan burung dengan cara itu memang membawa sejumlah konsekuensi, misalnya burung yang semula sudah mau ngriwik/bunyi, jadi agak macet karena stres. Burung yang semula mulus, jadi luka atau rusak bulu. Tapi semua adalah bagian dari proses. Tinggal kita mau pakai jalan cepat atau jalan biasa. Orang Jawa bilang, jer basuki mawa bea, semua kebaikan perlu biaya dan biaya ini bisa bermacam-macam bentuknya. Ok?

CARA MENGAWINKAN BURUNG KENARI


Kesulitan dalam proses perkawinan burung kenari,Atau tidak juga mau kawin meski jantan betina sudah sama-sama terlihat birahi? Jangan bingung,
tip tips untuk Anda dari sejumlah penangkaran burung
Syaratnya utamanya mudah,yakni selain kita punya kenari jantan yang siap kelamin dan akan kita jadikan pejantan, kita juga harus punya kenari jantan lainnya yang juga sudah gacor.

Tips dan langkah-langkah mengawinkan kenari
1.Tidak pernah mencampur jantan betina dalam waktu lama. Artinya, selama penjodohan hingga mau kawin, jangan pernah dicampur dalam satu sangkar.

2.Ketika kenari jantan sudah benar-benar gacor dalam kesehariannya, dan betina sudah matang kelamin (kloaka terlihat bengkak memerah) dan sudah menyusun sarang di sangkar lainnya, proses mengawinkan baru dimulai.

3.Jika kondisi sudah seperti yang saya sebutkan di atas, maka pilihlah waktu pagi hari setelah kita selesai bersih-bersih dan memberi pakan semua momongan, masukkan jantan kenari yang sudah siap itu ke sangkar kenari betina.

4.Jika setelah dimasukkan si kenari jantan tidak juga segera mau naik mengawini si betina, ambillah kenari gacor kita yang lainnya, dan dekatkan ke sangkar jantan-betina yang sedang akan kita kawinkan.

5.Begitu melihat pesaing datang, biasanya kenari jantan akan segera “naik” ke atas betina dan terjadilah perkawinan.

6.Biarkan jantan dan betina kenari berduaan sampai sekitar 1 jam. Dalam rentang waktu itu, biasanya terjadi 2-3 kali perkawinan atau lebih.

7.Setelah poin 6 terlampaui, pisahkan jantan dan betina kenari sehingga keduanya tidak saling lihat.

8.Ulangi kesemua langkah di atas selama 3 hari berikutnya. Nah, setelah lewat 4 hari masa perkawinan, kenari jantan dan betina tidak perlu dicampur lagi. Betina akan bertelur dan mengerami sendiri telur-telurnya.

Tips dan info lain:
1.Jika kita mengawinkan kenari jantan dan betina pada pagi hari, maka setelah sekitar 6 jam atau sore harinya, si jantan bisa untuk mengawini kenari betina yang lain, dengan proses sama dengan tips yang saya sebutkan di atas.

2.Jika kenari jantan tidak juga segera gacor merayu betina meski secara umum terlihat sehat atau kenari betina tidak juga matang kelamin meski sudah berusia di atas 7 bulan; atau telor-telor kenari tidak isi dan karenanya tidak bisa menetas, kita perlu memastikan bahwa si jantan bisa memproduksi sperma yang “berisi” dan kesehatan reproduksi betina benar-benar maksimal. Kalau kita ragu bagaimana caranya, pastikan saja kita menggunakan Bird Mature (klik saja untuk melihat profil Bird Mature).
Selama kondisi alat-alat reproduksi dalam keadaan normal, Bird Mature sudah terbukti meningkatkan kesempurnaan proses reproduksi burung-burung penangkaran. Tidak hanya kenari, tetapi semua jenis burung.

3.Jika burung-burung kenari anakan kita gampang mati, atau kakinya sering pengkor, lembek, karena daya tahan tubuh secara umum lemah, kita perlu memastikan bahwa indukannya mengonsumsi Bird Mineral. (klik saja untuk melihat profil Bird Mineral)
Bird Mineral tidak hanya bagus untuk anakan tetapi juga indukan karena Bird Mineral menjadikan bulu kuat, mulus, berkilau sehabis molting atau ngurak alias mabung; burung tidak terkena rachitis (tulang-tulang lembek, bengkok dan abnormal); bebas paralysa (lumpuh); bebas perosis (tumit bengkak); menjadikan anak burung menetas sehat; burung tidak mengalami urat keting (tendo); burung tidak terlepas sendinya, tidak tercerai (luxatio); paruh tidak meleset, tidak kekurangan darah sehingga pucat dan lemah; burung di penangkaran bisa segera bertelur, telur berisi, produktivitas tinggi, daya tetas tinggi; kematian embrio rendah.

Merawat Burung Anis Merah


Di dalam merawat burung anis merah sebaiknya dilakukan secara rutin dan konsisten. Perawatan anis merah dapat dilakukan dengan perawatan harian, perawatan burung anis merah untuk perlombaan, perawatan pasca lomba dan saat burung anis merah sedang mabung. Berikut adalah tips/ cara merawat burung anis merah.

1.Berikut tips/cara perawatan harian harian untuk burung anis merah:

Jam 07.00 burung diangin-anginkan di teras. Jam 07.30 burung dimandikan/ semprot, tergantung pada kebiasaan masing-masing.
Membersihkan kandang harian, ganti atau tambahkan Voer, Air Minum dan buah segar.
Berikan Jangkrik 2 ekor pada cepuk EF. Jangan member jangkrik secara langsung pada burung.
Penjemuran dapat dilakukan selama 1-2 jam/hari mulai pukul 08.00-11.00. Selama penjemuran, sebaiknya burung tidak melihat burung sejenis. Setelah dijemur, angin-anginkan kembali burung tersebut diteras selama 10 menit, lalu sangkar dikerodong.
Jam 10.00-15.00, burung dapat dimaster.
Jam 15.30 burung diangin-anginkan kembali di teras, dimandikan bila perlu.
Berikan Jangkrik 1 ekor pada cepuk EF.
Jam 18.00 burung kembali dikerodong dan di perdengarkan suara master selama masa istirahat sampai pagi harinya.
Tips lain :
Kroto segar diberikan 1 sendok teh maksimal 2x seminggu.
Pemberian Cacing diberikan 2 ekor 1x seminggu.
Buah Segar diberikan rutin setiap hari, dengan format: Hari Senin sampai hari Kamis berikan buah Pepaya, hari Jum’at dan hari Sabtu berikan Apel atau Pisang atau buah lainnya.
Berikan multivitamin yang dicampur pada air minum seminggu sekali saja

2. Perawatan Burung Anis Merah Untuk Lomba
Tujuan perawatan pada tahap ini yaitu mempersiapkan burung agar mempunyai tingkat birahi yang diinginkan dan memiliki stamina yang stabil. Kunci keberhasilan perawatan lomba yaitu mengenal baik karakter dasar masing-masing burung.

Merawat Burung Anis Merah :Berikut ini Perawatan anis merah utk perlombaan

H-3 sebelum lomba, jangkrik bisa ditambahkankan menjadi 2 ekor pagi dan 2 ekor sore.
H-2 sebelum lomba, burung sebaiknya dijemur maksimal 30 menit saja.
1 Jam sebelum di gantang lomba, burung di mandikan dan berikan Jangkrik 1 ekor saja.
Apabila burung akan turun lomba kembali, berikan Jangkrik 1 ekor lagi.
Tips lain:
Jangan memberikan Ulat Hongkong dalam menggenjot birahi pada burung anis merah. karena dapat membuat birahi burung tersebut menjadi sangat meningkat dan menjadi tidak stabil. Sebaiknya, joki lapangan adalah orang yang tidak pernah terlibat didalam perawatan harian pada burung anis merah tersebut.
Perawatan burung anis merah pasca lomba:
Perawatan pasca lomba sebenarnya berfungsi memulihkan stamina dan mengembalikan kondisi fisik burung.

Berikut ini perawatan pasca Lomba untuk burung anis merah:
Porsi EF dikembalikan ke stelan harian.
Berikan Multivitamin pada air minum pada H+1 setelah Lomba.
Sampai H+3 setelah Lomba, penjemuran maksimal 30 menit saja.

Penyebab telur lovebird tidak menetas


Saya akan mengilas menurut hasil pengalaman pribadi dan dari beberapa sumber penyebab kegagalan kegagalan penetasan telur Lovebird yang menjadi kendala selama ini.

Biasanya sesuatu yang paling di tunggu-tunggu breeder pemula adalah
- Lovebird berjodoh
- kemudian Lovebird kawin
- kemudian Lovebird bertelur
dan tahap berikutnya adalah lovebird menetaskan telurnya.
Kegagalan menetasnya telur lovebird hendaknya jangan menjadikan anda tidak semangat, seharusnya malah tambah semangat karena dengan menjumpai kasus telur lovebird tidak menetas berarti kita akan bertambah pengalaman dalam mengatasi permasalahan penangkaran lovebird.

Penyebab Telur Lovebird Tidak Menetas berikut ini sehingga kita akan mengetahui dan bagaimana jalan keluar yang akan kita tempuh agar Telur Lovebird Menetas.
Telur tidak menetas biasanya di sebabkan faktor-faktor di bawah ini:
1. Tidak terjadi perkawinan antara jantan dan betina.
2. Gagal pembuahan dalam proses perkawinan.
3. Kualitas makanan lovebird tidak memenuhi setandar gizi atau nutrisi.
4. Suhu ruangan peternakan terlalu panas (suhu terlalu tinggi)
5. Indukan betina tidak mau mengerami telurnya.
6. Kelembaban yang kurang atau berlebih, idealnya tingkat kelembaban harus dijaga berkisar 70% - 80%, dengan toleransi 5%.
7. Kondisi kesehatan indukan lovebird tidak fit atau menurun.
8. Ganguan dari luar, misalnya: suara yang terlalu berisik atau bisa juga gangguan predator juga hewan penganggu seperti cicak, kecoak, tikus dll.
9. Indukan belum sepenuhnya matang atau mencapai umur ideal untuk dijadikan indukan.
10. Bentuk glodok lovebird yang tidak sesuai atau kurang ideal misalnya terlau sempit.
11. Salah satu atau kedua indukan jantan atau betina, kondisi fisiknya tidak normal atau cacat yang mempengaruhi proses pembuahan.
12. Cacingan pada induk betina lovebird menyebabkan telur infertile akibat nutrisi makanan banyak di hisap cacing.
13. Bakteri, telur yang baru dikeluarkan oleh indukan betina bertemperatur / suhunya berada diatas suhu lingkungan sekitarnya. Perlahan, suhu telur tersebut akan mendingin sehingga menyamai suhu lingkungan sekitarnya. Pada saat proses pendinginan ini terjadi, telur akan berkontraksi. Akibat dari kontraksi ini menyebabkan telur mengalami tekanan dan pori-pori kulit telur menjadi lebih lebar pada beberapa bagian sehingga bakteri yang berada disekitar telur tersebut memiliki kesempatan untuk masuk ke membran telur. Demikian beberapa faktor yang mempengaruhi dan menjadi penyebab telur lovebird tidak menetas. Tentunya masih banyak faktor lain yang menjadi penyebab karena tiap kondisi lingkungan kandang yang berbeda akan memiliki faktor penyebab yang berbeda pula.
 Semoga bermanfaat.